Address:
Jl. Komp. Ciriung Cemerlang, Ciriung, Kec. Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat 16917

SATUNAMA NEWS – Minat baca anak menjadi salah satu hal penting yang perlu diperhatikan orang tua di tengah perkembangan teknologi digital. Saat ini, anak-anak cenderung lebih tertarik menonton video dan bermain game melalui gadget dibandingkan membaca buku. Kondisi tersebut menjadi tantangan tersendiri dalam membangun kebiasaan membaca sejak usia dini.
Padahal, membaca merupakan kegiatan penting dalam proses pendidikan. Melalui kebiasaan membaca, anak dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan baru yang bermanfaat bagi perkembangan kemampuan berpikirnya.
Sebuah penelitian berjudul Pengembangan Minat Baca Anak di Era Digital yang ditulis oleh Anita Rahmawati dan diterbitkan dalam JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 1 Nomor 2, Juni 2022, membahas upaya meningkatkan minat baca anak melalui kegiatan belajar sambil bermain.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendekatan yang menyenangkan serta dukungan orang tua dapat membantu membangun ketertarikan anak terhadap buku bacaan.\

Perkembangan teknologi memberikan kemudahan bagi anak untuk mengakses berbagai hiburan digital. Namun, berdasarkan pembahasan dalam jurnal tersebut, anak-anak cenderung lebih tertarik menonton video dan bermain game melalui gadget dibandingkan membaca buku.
Kondisi ini menjadi tantangan bagi orang tua, khususnya mereka yang memiliki kesibukan pekerjaan sehingga tidak selalu dapat mengawasi penggunaan gadget oleh anak.
Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa membangun minat baca anak perlu dimulai sejak masa kanak-kanak. Lingkungan keluarga dan tempat bermain menjadi bagian penting dalam membentuk ketertarikan anak terhadap buku.
Oleh karena itu, upaya meningkatkan minat baca tidak cukup hanya dilakukan di sekolah. Anak juga perlu mendapatkan kesempatan membaca di rumah dan lingkungan tempat mereka bermain.
Salah satu pendekatan yang diterapkan dalam kegiatan pengabdian masyarakat Anita Rahmawati adalah metode belajar sambil bermain atau bermain sambil belajar.
Metode ini dipilih karena anak-anak pada umumnya lebih menyukai aktivitas bermain. Melalui pendekatan tersebut, kegiatan membaca dapat diperkenalkan dengan cara yang lebih menyenangkan sehingga anak tidak merasa terbebani.
Kegiatan ini dilaksanakan di tempat belajar Hidi Tana’o dengan beberapa aktivitas utama, yaitu permainan edukatif, membaca buku cerita atau dongeng, serta menonton video inspiratif.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan dilakukan tiga kali dalam seminggu, yaitu setiap Jumat, Sabtu, dan Minggu. Aktivitas bermain dan membaca berlangsung pukul 15.30 hingga 17.30 WITA, sedangkan kegiatan menonton video inspiratif dilaksanakan pukul 19.00 hingga 19.30 WITA.
Kegiatan diawali dengan permainan edukatif. Anak-anak diminta mengingat satu kata kerja, kemudian menuliskannya pada selembar kertas dan memasukkannya ke dalam sebuah kotak.
Setelah semua peserta memasukkan kertas, setiap anak mengambil satu kertas secara acak. Selanjutnya, mereka diminta membaca tulisan tersebut dan mempraktikkan kata yang diperoleh.
Melalui permainan sederhana ini, anak-anak secara tidak langsung belajar membaca dan menulis sekaligus. Aktivitas tersebut juga membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.
Setelah bermain, anak-anak diarahkan untuk mendengarkan cerita motivasi yang disampaikan oleh tutor berdasarkan karakter dalam buku bacaan.
Anak-anak tidak hanya mendengarkan cerita, tetapi juga dapat melihat tokoh yang sedang dibahas melalui buku. Mereka kemudian diminta memilih satu karakter favorit dan membacakannya di depan teman-teman.
Cara ini menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan buku kepada anak melalui cerita dan karakter yang menarik perhatian mereka.
Kegiatan berikutnya adalah menonton video animasi yang berisi motivasi untuk belajar, khususnya membaca.
Setelah menonton, anak-anak diminta menceritakan kembali tokoh dalam video serta menyampaikan pesan yang mereka peroleh dari tayangan tersebut.
Dengan demikian, video inspiratif digunakan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan belajar, bukan sekadar hiburan.
Upaya menumbuhkan minat baca juga dilanjutkan di lingkungan keluarga.
Dalam kegiatan Hidi Tana’o, setiap anak dipinjami satu buku untuk dibaca di rumah. Pada pertemuan berikutnya, mereka diminta menceritakan kembali isi buku tersebut di depan teman-temannya.
Kegiatan ini bertujuan membangun kebiasaan membaca yang tidak hanya berlangsung ketika anak mengikuti kegiatan belajar, tetapi juga berlanjut di rumah dengan bimbingan orang tua.
Selain metode pembelajaran, keterlibatan orang tua menjadi salah satu faktor penting dalam menumbuhkan minat baca anak.
Dalam jurnal tersebut dijelaskan bahwa kebiasaan membaca anak dapat tumbuh dari lingkungan keluarga dan kebiasaan orang tua. Karena itu, orang tua perlu memberikan motivasi, mengawasi penggunaan gadget, serta membatasi aktivitas anak dalam menggunakannya.
Orang tua juga dianjurkan ikut membimbing anak ketika memahami cerita dari buku yang dibawa pulang.
Dukungan keluarga diperlukan karena kegiatan belajar di Hidi Tana’o memiliki waktu pertemuan yang terbatas. Tanpa pendampingan di rumah, upaya membangun kebiasaan membaca tidak dapat berjalan secara maksimal.
Pemilihan buku juga perlu diperhatikan. Beberapa hal yang dapat menjadi pertimbangan antara lain kesesuaian usia, nilai karakter, pesan moral, kualitas isi, dan penggunaan bahasa. Anak-anak juga relatif menyukai buku yang memiliki banyak gambar dan warna.
Berdasarkan hasil kegiatan yang dijelaskan dalam jurnal, metode belajar sambil bermain, membaca cerita, dan menonton video inspiratif mampu meningkatkan minat baca anak di Hidi Tana’o.
Salah satu tanda yang diamati adalah keaktifan anak-anak dalam menceritakan kembali buku bacaan yang mereka pinjam untuk dibaca di rumah.
Hal tersebut menunjukkan adanya ketertarikan anak terhadap kegiatan membaca setelah mengikuti rangkaian aktivitas yang diterapkan.
Meski demikian, penulis juga menyampaikan beberapa hal yang masih perlu dikembangkan, yaitu memperbanyak koleksi buku agar anak memiliki lebih banyak pilihan, menghadirkan cerita yang lebih inspiratif, serta meningkatkan motivasi dan dukungan orang tua di rumah.
Menumbuhkan minat baca anak di era digital memang memiliki tantangan tersendiri. Kehadiran gadget membuat orang tua perlu lebih aktif dalam mengarahkan aktivitas anak agar tidak hanya terpaku pada hiburan digital.
Berdasarkan penelitian Anita Rahmawati, pendekatan belajar sambil bermain dapat menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kegiatan membaca kepada anak secara menyenangkan.
Kebiasaan tersebut perlu didukung oleh lingkungan keluarga melalui pendampingan, motivasi, dan penyediaan buku bacaan yang sesuai dengan usia anak.
Pada akhirnya, membangun minat baca anak bukan hanya tentang mengajak mereka membuka buku, tetapi juga menciptakan lingkungan yang membuat kegiatan membaca menjadi kebiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Sumber Jurnal:
Artikel ini disusun berdasarkan penelitian Anita Rahmawati (2022) berjudul “Pengembangan Minat Baca Anak di Era Digital” yang diterbitkan dalam JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, Volume 1, Nomor 2, halaman 108–113. Penelitian ini membahas upaya meningkatkan minat baca anak melalui metode belajar sambil bermain, membaca buku cerita, menonton video inspiratif, serta keterlibatan orang tua dalam membangun kebiasaan membaca sejak dini.
Referensi: Rahmawati, A. (2022). Pengembangan Minat Baca Anak di Era Digital. JOMPA ABDI: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 1(2), 108–113.
DOI: https://doi.org/10.55784/jompaabdi.v1i2.122



